Senin, 22 Agustus 2011

Meragu....


Tuhan....
Masih tersisa rasaku padanya
Dalam balutan kesal di pelataran hati yang meluka
Entah apa yang dilakukan rasa ini untuk tetap bertahan
Atau memilih menepi dan berbalik arah meninggalkan semuanya
Rambu mana yang harus di  turuti...
Hati kah ? yang mulai kabur rasa karena meragu
Akal kah ? yang mulai tak adil dalam memutuskan
Satu pinta Tuhan....
Jauhkan mendendam dari jiwa.

Aan
Balikpapan,23/8/11

Perahu kertas


Perahu kertas yang ku hanyutkan dalam sungai rindu
Tak mampu melewati badai cemburu,sedih,kecewa
Untuk sampai di pelabuhan hatimu
Ia pun terseyok-seyok dengan sisa tenaga
Berusaha menepi dibibir rasa yang semakin terkoyak
Untuk mengumpulkan tenaga ,
Kembali mendayung atau berhenti ?

Aan

Balikpapan,23 /8/11

mencoba...


Berat hati sangat meninggalkanmu di belakang rasaku
Aku tak ingin kau ada di depan rasaku
Aku mau kau pergi saja meninggalkan hatiku
Entah lah aku mampu atau tidak
Yang pasti harus kucoba dengan segenap kekuatanku
Meninggalkanmu jauuhhhh...jauhhhhh

Aan
Balikpapan,23/8/11

Jumat, 05 Agustus 2011

Kisah aneh



Menggengam asa yang setengah
Seperti rasa yang tak berasa
Entahlah beginikah rasa setengah hati ketika menerima perasaan yang tiba-tiba kau rasakan?
Ingin nya aku muntahakan saja rasa ini keluar dari semua isi hatiku ( yang pasti bukan isi perut ya ).
Betapa tidak aku rasa hanya permainan sesaat rasa yang ada..tapi bagaimana mungkin aku terima tantangan ini.
Serasa melayang di dunia tanpa kompas,peta...hah...isinya hanya marah,sebel,kesal,..( nggak bagus amat sih )..sudahlah sudah terjadi .Ini pun baru permulaan sudah menguras semua emosi .
Mari kita pikirkan serius apa kelanjutan dari kisah setengah asa yang lebih tepatnya kisah setengah hati ini ? ada yang punya ide untuk mempertahankan kondisi sampai akhir dari cerita ini...?
Ini kisah bukan sembarang kisah sebab kisah dimulai dari ke isengan sang tokoh yang mencoba peruntungan di negeri tanpa arah ,tak kenal medah .( maklum sang tokoh belum pernah sekalipun menginjakakn kakinya di medan ).sang tokoh bertemu dengan tokoh lainnya entah bagaimana tiba-tiba saja sang tokoh memutuskan untuk dekat dengan tokoh lainnya.
Dimulai dari ngobrol biasa sampai  curhat  segala dan sampai sang tokoh lainnya mengatakan sesuatu yang membuat sang tokoh menerimanya.awalnya sih hanya chating,trus berlanjut janjian walaupun sampai sekarang belum pernah bertemu, kalau pergi harus izin.
Tapi kalau diperhatika sang tokoh lainnya ini tak begitu peduli sama sang tokoh ( perasaan sang pengamat sih ) karena setiap sang tokoh membutuhkan bicara hanya ditanggapi dengan dingin.... “ males ah,...kalau di telp selalu sudah sana istirahat besok lagi telp nya...membuat sang tokoh merasa ohhh... betapa tak pedulinya dia.
Tak pernah tanya keadaan,apakah kamu baik-baik saja,atau sekedar bertanya kamu ada dimana?ohhh betapa terlukanya hati sang tokoh sampai menangis bombay.
Segala usaha dilakukan sang tokoh untuk menarik perhatian agar sang tokoh lain memperhatikan dengan cara apapun...tapi semuanya tak membuahkan hasil.
Nasib malang dari sang tokoh ...baru pertama kali sudah kecewa berkali-kali.
Masih bersambung....

cerita konyol
tulisan aneh..
tak beraturan





Minggu, 17 Juli 2011

aku suka hujan


Menghitung hari yang menggulung
Entah berapa hujan yang hadir di bulan ini
Berapa rinainya yang kulewati
Rintiknya kunikmati
Sejuknya yang kurasa
Betapa hujan selalu membuatku jatuh cinta
Pada genangan air
Pada aliran air
Pada tanah-tanah yang basah
Pada rumput dan pohon yang basah
Daun yang basah
Dan pada akar-akar pohon yang menyimpan air hujan

kala menjemput hari baru
balikpapan
Aan