Senin, 23 Mei 2011

Jeda


Ruang jeda
Entah tiba-tiba aku ingin ber ada di ruang jeda
Dalam aktivitasku...
Bukan...bukan untuk berhenti..
Aku hanya ingin jeda sebentar...
Bukan..bukan karena aku lelah
Aku hanya ingin jeda sebentar...
Bukan...bukan karena aku bosan
Aku hanya ingin jeda sebentar
Di ruang ini...
Ruang dimana aku bisa mengoreksi kembali tujuanku
Ruang dimana aku bisa memeriksa kembali niatku
Ruang dimana bisa kumaksimalkan kembali tenagaku
Ruang dimana bisa kutata kembali harapan dan cita-cita
Ya aku butuh ruang jeda di sini dalam muhasabah...

Balikpapan, 23 mei 2011
Aan
Kembali merona dalam karya

Hari ini kutanyakan pada hatiku ..
Adakah yang salah dari kejujurannya ?
Mungkin saja tidak ...ya tentu saja tidak
Dalam menerima konteks ke jujurannya..
Hanya saja bagi aku tak bisa menerima itu
Bukan sebuah kesalahan memang tapi hanya tak elok bila
Kejujuran yang di sampaikan harus menerobos ruang ruang syariat yang benar..
Hmmm....gumanku dalam hati...
Ini sudah kali ketiga di hari yang sama ia megatakannya...
Serasa minum pil pahit ...
Tak ada yang bisa ku katakan selain
Diam...mendiamkannya..itu jauh
Lebih baik agar ada hati yang tak terkecewakan...

Balikpapan,23 mei 2011
Kala senja  menghilang di sudut malam
Aan

Jumat, 20 Mei 2011

Teman

teman
dunia ini memperkenalkan kita
entah siapa yang memulai
aku tak peduli

teman...
kau tak mengenalku baik
dan aku tak pasti tahu tentangmu

teman...
bila kau merasa tersakiti oleh kataku
aku minta ma'af

teman...
ada banyak perbedaan kita
tapi aku tahu kau baik

seorang teman..
akan selalu menjaga dalam do'a
untuk yang terbaik buat kawannya

adakalanya aku tak mengerti bahasamu
tapi selalu ada kata yang menemukan arti
bagai ombak di laut lepas

bagai pelangi yang hadir
setelah hujan
membiaskan warna indah

dan itulah dirimu...
unik ,aneh tapi istimewa
semoga Allah menjagamu
dalam ketaatan


Balikpapan,
21 mei 2011

Kamis, 05 Mei 2011

Awang-awang

Jika kau merasa besar,periksa hatimu
mungkin ia sedang bengkak
jika kau merasa suci,periksa jiwamu
mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani
jika kau merasa tinggi,periksa batinmu
mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakkan
jika kau merasa wangi,periksa ikhlasmu
mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya'


( Salim A fillah )

Kerinduan

di satu lepas maghirib aku rindu
pada saudara terkasihku
kukirim pesan padanya
"akhi adakah tersisa kata untukku hari ini ?"

dia menjawab " do'akan aku akh.."
kujawab,"selalu akhi.insya Allah,adakah kau pun mendo'akan
kami?"
"insya Allah,"jawabnya lagi.

aku tersadar telah melupakan sesuatu.
aku bertanya lagi.
"adakah pinta khususmu,
yang ingin kami memohonkannya pada Allah untukmu?"
agak lama ia menjawab tanya kali ini.

lalu setelah isya tertunaikan...
"lembutkan hatiku.ampuni dasaku,perbaiki amalku.
aku merasa hati ini keras sekali."

malam kian larut
menjelang istirahatku,sekaligus
mungkin juga saat ia sedang sibuk-sibuknya
aku mengatakan sesuatu
yang lebih tepat ditelunjukkan pada diriku


"ketika Sa'd ibn Abi waqqash minta dido'akan agar do'anya
mustajabah,Rasulullah bersabda kepadannya,'bantulah aku hai
sa'd,dengan memperbaiki makananmu!'

"ketika seorang sahabat lain minta dido'akan agar bisa
membersamai Sang Nabi di surga,beliau bersabda padanya,
'bantulah aku dengan memperbanyak sujud!'

akhi sayang,do'a kami jauh sekali bobotnya daripada doa sang
Nabi.hingga jika beliau saja meminta agar para sahabat yang
dido'akan membantudoanya dengan ikhtiar mereka,maka
harapan kami akan ikhtiar Antum berlipat-lipat akhi..."
iya kan akhi?"


dengan gerimis,lalu kuhayati firman Allah yang kusampaikan padanya
"beramallah-berikhtiarlah,maka Allah ,Rasul,dan orang
beriman akan melihat amal kalian"
"teriring doa kami selalu,semangat akhi!"

dalam dekap ukhuwah
hal:363-364

Senin, 02 Mei 2011

khilaf,Benci dan Cinta

seorang kawan,dalam do'a dan salamnya
di berlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangku sebuah kaidah
"bencilah kesalahannya,
tapi jangan kau benci orangnya

betulkah aku sudah mampu begitu
pada saudaraku,pada keluargaku
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?

tapi itulah yang sedang kuperjuangkan
dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya

karena aku tahu,bahwa terhadap satu orang
aku selalu mampu membenci luputnya
tapi tetap cinta dan sayang pada pelakunya
itulah sikapku selalu,pada diriku sendiri

kucoba cerap lagi kekata asy syafi'i
"aku mencintai orang-orang shalih"
begitu katanya,diiringi titik air mata
"meski aku bukanlah bagian dari mereka
dan aku membenci para pemaksiat-Nya
meski aku tak berbeda dengan mereka"

ya...mungkin dia benar

tapi dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
aku ingin meloncat ke hakikat yang paling tinggi

karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
memiliki sisi kelam
yang tak pernah ingin ditampakkan pada siapapun
maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi

tentu tanpa kehilangan semangat
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat
sebagaimana sang rembulan
yang kadang harus menggerhanai matahari

*Dalam dekap ukhuwah, hal:274-275 *

Inginku...


Telaha lama kita bersama sahabatku...
Mengarungi ukhuwah yang terjalani..ada kerikil,ada duri
ada marah ada gembira dan sedih..
sahabatku aku merasa kau sedang marah pada pertemanan kita
kau sedang terluka karena  kebersamaan ini
sahabatku adakah kataku yang melukai hatimu ?
adakah tingkahku yang meresahkan jiwamu ?
sahabatku katakanlah karena mungkin tak sengajaku melukai
ukhuwah ini.mungkin saja kata cinta yang kusampaikan membuatmu kecewa
sahabatku ...aku meminta ma’afmu untukku ,
untuk semua yang disebabkan imanku yang lemah,
sahabatku mari bergandeng tangan kembali untuk mengokohkan
janji kita kembali.

Ingin kembali
aan
Balikpapan,
28 april 2010